Jumat, 02 Maret 2012

Membuat Indikator Alami

0 komentar
Selama ini indikator asam basa banyak menggunakan zat kimia atau lakmus. Namun bagi sekolah yang tidak memiliki bahan tersebut tentunya akan kesulitan dalam prosedur pengamatan larutan asam basa. Selain itu, zat kimia atau lakmus, harganya cukup mahal. Diperlukan kreativitas Guru Kimia untuk menggunakan alat dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sebenarnya indikator asam basa dapat dibuat dengan menggunakan bahan dari lingkungan sekitar. Prinsip indikator adalah bahan yang memberikan warna berbeda pada lingkungan asam dan basa. Pada umumnya bahan yang memiliki warna menyolok memiliki sifat memberikan warna yang berbeda pada kedua suasana tersebut.
Beberapa jenis bunga dengan warna menyolok dapat dijadikan menjadi indikator asam basa. Jenis bunga yang bagus adalah Bunga Sepatu, yang memiliki warna merah menyala. Prosedur pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Siapkan bahan, yaitu beberapa kuntum bunga
2. Siapkan alat, yaitu lumpang dan alu (uleg), kain saringan, beberapa gelas,
3. Kelopak bunga dihaluskan dengan lumpang dan alu, setelah cukup halus ditambahkan dengan aquades (air murni) sebanyak 30 mL.
4. Larutan di aduk sampai merata sehingga bewarna merah hitam, kemudian disaring dengan kain untuk memisahkan larutan dengan padatan, sehingga didapat larutan yang siap dipakai sebagai indikator alami.
5. Untuk prosedur pengujian, larutan yang akan diuji sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa tetes dalam cekungan (plat tetes), kemudian ditambahkan larutan indikator 2-3 tetes.
Larutan indikator bunga sepatu akan memberikan warna merah hitam pada larutan asam, dan bewarna hijau tua pada larutan basa. Untuk uji coba dapat dilakukan pada larutan perasan jeruk sebagai larutan asam, dan air sabun sebagai larutan basa. Contoh larutan asam lainnya seperti larutan vitamin C, air aki, sedangkan contoh larutan basa, seperti cairan pembersih, cairan pemutih, dan beberapa larutan lainnya.

Bahan alami lain yang dapat digunakan sebagai indikator adalah kunyit dan bunga kertas, namun dari pengalaman, beberapa bahan seperti bunga terompet dan wortel memberikan perbedaan warna yang hampir sama, sehingga cukup sulit bagi siswa untuk membedakan dalam uji larutan.

1.  Cara pembuatan indikator alami dari bunga sepatu
 
a. Pilihlah beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dari bunga sepatu.
b. Gerus dalam lumpang dengan sedikit air.
c. Saring ekstrak mahkota bunga merah tersebut.
d. Teteskan ekstrak mahkota bunga ke dalam:
-   Air suling (netral)
-   Larutan cuka (asam)
-   Air kapur (basa)
e. Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari bunga sepatu, ketika didalam larutan asam akan memberikan warna merah, di dalam larutan basa akan memberikan warna hijau dan pada larutan netral tidak berwarna.
2.  Cara pembuatan indikator alami dari bunga Hidrangea
 
a. Pilihlah beberapa helai mahkota bunga Hidrangea
b. Gerus dalam lumpang dengan sedikit air.
c. Saring ekstrak mahkota bunga Hidrangea tersebut.
d. Teteskan ekstrak mahkota bunga ke dalam:
-  Air suling (netral)
-  Larutan cuka (asam)
-  Air kapur (basa)
e.      Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari bunga Hidrangea akan memberikan warna biru ketika didalam larutan asam , di dalam larutan basa akan memberikan warna merah jambu dan pada larutan netral tidak berwarna.

 3.  Cara pembuatan indikator alami dari kol merah
 
a. Haluskan sejumlah kol merah yang masih segar
b. Rebus selama 10 menit
c. Biarkan air kol merah menjadi dingin
d. Saring dalam stoples besar
e.      Teteskan ekstrak kol merah ke dalam:
-    Air suling (netral)
-    Larutan cuka (asam)
-    Air kapur (basa)
f.       Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari kol merah akan berubah warna menjadi merah muda bila dicelupkan ke dalam larutan asam, menjadi hijau dalam larutan basa, dan tidak berwarna pada larutan netral.
4.  Cara pembuatan indikator alami dari kunyit
a. Parut kunyit yang telah dibersihkan
b. Saring ekstrak kunyit dengan alkohol menggunakan kain ke dalam mangkok kecil
c. Teteskan ekstrak kunyit ke dalam:
-    Air suling (netral)
-    Larutan cuka (asam)
-    Air kapur (basa)
c.      Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari kunyit,  akan memberikan warna kuning tua ketika dilarutkan dalam larutan asam, memberikan warna jingga di dalam larutan basa dan memberikan warna kuning terang pada larutan netral.

Leave a Reply